flowers

Another Side of Liya

Berusaha Rasionalist, Realist, Resilience dan Religious

Apa itu Copywriting?

Pernah kepikiran gak gimana cara bikin kata-kata ajaib yang bisa menarik dan menonjol disetiap iklan yang muncul di media? Atau pernah kepo gak orang dibalik semua itu?

Kata-kata ajaib yang menarik dan menonjol itu disebut copywriting sedangkan yang menulis kata-kata itu disebut copywriter. Bagi sebagian orang, mungkin pekerjaan demikian sangat gampang dilakukan bahkan menganggap semua orang pun bisa membuat kata-kata tersebut. Okay, tapi apakah kata-katanya bisa menyihir reader atau viewer gak? Nah .. tugas copywriitng itu sebenarnya bagaimana dia bisa menyihir semua orang yang melihat iklan tersebut.

Sangat mudah bukan?

Oh.. Belum tentu karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum emmulai sebuah Copywriting .

Copywriting ituu …

  1. Seni menulis pesan penjualan secara persuasif dalam dunia advertising
  2. Tulisan mengenai cara “Menulis Iklan”

Lebih tepatnya copywriting adalah kemampuan creative advertising dalam mengolah kata dan menciptakan naskah periklanan dengan menggabungkan antara intelektual dengan seni sebagai upaya untuk mempengaruhi target pasar dalam memenuhi pesan penjualan.

Copywriting harus mengandung unsur :

  1. Menarik perhatian (Attention)
  2. Menimbulkan ketertarikan (interest)
  3. menimbulkan Keinginan (Desire)
  4. Menciptakan keyakinan (Conviction)
  5. Menciptakan Tindakan (Act)

Peran Penting Copywriting

Dikatakan sebuah copywriting berhasil jika tulisan yang kita buat bisa menarik dan mengajak orang lain untuk membaca dan ingin tahu lebih jauh apa yang kita tulis. Jadi bisa dipastikan bahwa peran penting copywriting adalah menarik konsumen sebanyak mungkin.

Yang Perlu diperhatikan Sebelum Menulis Copywriting

Agar tulisan yang kita produksi lebih baik dan real sesuai dengan keadaan advertising maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai tata cara copywriting yang baik:

  1. Kenali Produk, sebelum mengolah menjadi tulisan. Semakin baik kita mengenal lebih detail dan rinci sebuah produk semakin baik kita bisa memprediksikan bahan olahan menjadi sebuah tulisan kedepannya. Hal ini memungkinkan bahwa apa kita mengetahui tulis.
  2. Ketahui Target Pasar, kita harus mengetahui target konsumen yang akan dituju. Hal ini berkaitan dengan pembuatan Buyer Persona yang mana kita harus melihat secara terperinci data konsumen kita sehingga didapat data yang valid sebelum melakukan pemasaran. Tujuannya agar promosi dan iklan kita tidak salah sasaran dan membuang waktu.
  3. Kelolah Bahasa, memperhatikan bahasa yang biasa dipakai konsumen atau target pasar sangat berpengaruh dalam dunia advertising. Jangan sampai karena ingin terlihat kekinian kita malah memakai bahasa yang sulit dimengerti oleh target pasar. Sehingga, posisikan diri kita sebaik mungkin saat menghadapi konsumen nanti.
  4. Open Minded, open minded sering diartikan sebagai orang yang pikirannya terbuka dan bisa menerima segala macam masukan yang akan kita serap. Intinya jangan memposisikan kita sebagai diri kita namun posisikan kita sebagai orang yang akan menjual produk tersebut.

Jenis-jenis Copywriting

Ada beberapa contoh jenis-jenis copywriting yang sangat sering kita jumpai. Adapun jenis-jenisnya sebagai berikut :

  1. Story Copy, jenis ini lebih banyak menceritakan tentang produk yang akan ditawarkan. Sehingga diperlukan penjelasan bisa terperinci dan detail agar dapat dipahami oleh konsumen. Step yang harus dilakukan adalah membuat outline atau kerangka terlebih dahulu agar lebih memudahkan copywriter nantinya.
  2. You and Me Copy, jenis tulisan ini memposisikan seolah-olah konsumen yang dituju hanya terdiri dari satu orang saja. Sehingga didapatkan feel yang baik untuk merepresentasikan kesan dan pesan tulisan. Harapannya orang yang dimaksudkan lebih merasa dispesialkan karena konsumen akan merasa lebih intens dan intim.
  3. Fortright Copy, tujuannya memancing konsumen agar berpikir realistis dengan cara kita menggiring mereka agar melibatkan kekurangan dan kelebihan produk yang kita pasarkan. Kenapa bisa begitu? Karena banyak konsumen yang ingin review jujur dan realistis sebelum mempertimbangkan untuk membeli. Kebanyakan jenis tulisan ini lebih dekat dengan Hortatory dan analytical exposition.
  4. Hyperbolic Copy, jenis copy ini lebih menonjolkan kelebihan-kelebihan produk yang akan ditawarkan. Dengan menggunakan bahasa yang cenderung melebih-lebihkan produk, membuat target pasar terkesan hanya lewat kelebihannya saja.
  5. Teaser Copy, copywriting jenis ini mengandung unsur spoiler dengan kesan membuat target pasar penasaran. Menggunakan headline yang menantang dan mengandung clickbait.
  6. News Copy Page, Menyajikan copywriting dalam bentuk pengumuman atau berita dalam naskahnya. Tidak memerlukan banyak kata ganti dan majas tapi lebih mengutamakan informasi dan kelengkapan data produk yang akan diiklankan. Biasanya sedikit ilustrasi dan visualisasi, sehingga sangat mengedepankan copy heavy yang bertujuan sebagai wadah informasi sedetail mungkin.
  7. Competitive Copy, copywriting ini dipenuhi dengan naskah perbandingan-perbandingan. Mulai dari fitur, kualitas dan manfaat produk yang akan ditawarkan. Sehingga bisa membebaskan pembaca atau target pasar menentukan sendiri produk yang lebih unggul. Namun, upayakan jika produk yang kita tawarkan lebih baik untuk dipilih.
  8. Factual Copy, copy jenis ini lebih mengedepankan data, informasi dan fakta yang ada pada roduk yang akan ditawarkan. Copy jenis ini bermaksud agar target pasar lebih yakin karena produsen memiliki banyak fakta dan data secara riil.
  9. Humourous Copy, copy jenis ini banyak mengandung unsur yang menghibur dan kelucuan tanpa mengurangi inti dan pesan tulisan. Tujuannya agar target pasar lebih nyaman terhadap advertainment.
  10. Visual Copy, jenis copy ini lebih banyak menyajikan tulisan disertai tampilan visual (bisa dari gambar dan ilustrasi) dengan porsi kata yang lebih sedikit. Sehingga pesan yang disampaikan lebih banyak tersampaikan dari visual saja.
  11. Straightforward Copy, copy ini cara menulisnya dengan menceritakan diri sendiri secara sederhana, logis dan apa adanya. Tujuan copy ini hanya menceritakan fakta dengan cara yang mudah dipahami dan tidak membuat pembaca bingung dan berpikir terlalu berat.
  12. Imagination Copy, copy ini lebih fokus pada imajinasi pembaca atau target pasar sehingga bersifat khayalan dan seakan-akan akan terjadi di dunia ini.
  13. Poetic Copy, copy ini lebih mengarah ke gaya penulisan fiksi menggunakan kata dan kalimat yang indah dan dirangkai dengan baik seperti prosa, puisi dan kalimat naratif yang indah lainnya terkait sastra. Namun, copy ini lebih terkesan aneh dan dibuat-buat sehingga membuat pembaca dan target pasa agak jengah.

Agar Tulisan Kita Menjadi Lebih Baik

Sebelum melanjutkan menulis copy ada baiknya kita evaluasi dulu bagaimana tipe tulisan yang baik itu? Jangan sampai kita sudah mendesain sedemikian rupa outline tulisan namun pondasi tentang menulis belum juga ditemukan. Anggap saja part ini adalah cara membangun pondasi menulis copy yang baik, menurutmu bagaimana pondasi itu dimulai?

  1. Jangan Berbohong, tetap menjunjung tinggi nilai kejujuran.
  2. Bisa Menghipnotis pembaca atau target pasar, copywriter harus mengerahkan kemampuan mengolah kata-kata agar enak dibaca dan bisa mempengaruhi pikiran pembaca atau target pasar.
  3. Tidak boleh menyinggung SARA, tidak bertentangan dengan hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku.
  4. Sportif, memiliki daya saing yang tinggi, inovatif dan bermain secara bersih.
  5. Jangan Bertele-tele, sehingga pembaca atau target pasar tidak perlu membaca hal-hal yang tidak perlu dan basa-basi dan berusaha agara tulisan kita bisa di nikmati oleh pembaca.
  6. Target Pasarnya tepat, menentukan target pasar memang gampang-gampag susah. Bisa dilihat dari produk yang akan ditawarkan. Sehingga bisa menaikkan traffic pengunjung.
  7. Follow Up, follow up bisa dilakukan secara horizontal antara copywriting dengan target pasar atau pembaca. Bisa bertanya bagaimana kesan dan pesan yang sudah mereka tangkap setelah melihat iklan yang sudah kita handle.
  8. Tes dan ukur lagi, untuk meningkatkan konversi maka kita juga harus melakukan tes
  9. Memperluas Jaringan, tidak menutup diri dan tidak menutup berbagai kemungkinan kita bisa memanfaatkan jaringan seperti banyak bergaul dengan teman, saudara atau keluarga untuk kerap membantu menyebar atau memperkenalkan produk kita.
  10. Siap Menerima Hasil, akan lebih baik jika menyiapkan berbagai kemungkinan dari hasil yang akan kita terima seperti hasil baik atau buruk dikemudian hari.

Demikian uraian singkat dari saya mengenai copywriitng semoga bisa membantu teman-teman reader untuk memahami penjelasan singkat copywriting ini ya.

Share tulisan ini jika bermanfaat dan tunggu tulisan saya selanjutnya! Have a Nice Day..

Category

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *